Adityah Ramdhon Jannatan, 21 Februari 2023

Bahasa Ibu adalah bahasa yang digunakan bagi balita untuk berinteraksi, dengan kata lain bahasa ibu merupakan bahasa pertama bagi seorang balita.


Hari Bahasa Ibu Internasional adalah hari perayaan yang diusulkan oleh UNESCO pada 17 November 1999, perayaan ini dirayakan setiap tanggal 21 Februari untuk menyadari pentingnya keragaman bahasa & budaya serta diharapkan dapat menjadi tonggak kesadaran suatu bangsa untuk menjaga bahasa ibu-nya kepada generasi penerus pada setiap bangsa. Diperingatinya Hari Bahasa Ibu Internasional adalah untuk mengajak masyarakat dunia untuk melestarikan sekaligus melindungi bahasa lokal yang mereka gunakan sejak lahir. Meskipun bahasa yang ada di dunia ini cukup beragam, namun PBB justru bermaksud untuk memproklamasikan persatuan dalam keragaman bahasa.
Sejarah Hari Bahasa Ibu Internasional


Hari Bahasa Ibu Internasional diperingati setiap tahunnya sejak tahun 2000. Penetapan tersebut pertama kali disahkan pada 17 November 1999 melalui General Conference UNESCO. Hari Bahasa Ibu Internasional diusulkan karena Rakyat Bangladesh memperjuangkan pengakuan atas bahasa ibu mereka yaitu Bahasa Bengali, Hal tersebut berawal pada tahun 1947 ketika Pakistan didirikan karena saat itu ada konflik antara Pakistan Timur dan Pakistan Barat yang memiliki budaya dan bahasa yang amat sangat berbeda. Sehingga setahun kemudian, Pakistan Timur yang diwakili oleh Dhirendranath Datta melakukan tuntutan kepada Majelis Konstituante Pakistan agar Bahasa Bengali ditetapkan menjadi bahasa nasional karena pada masa itu hanya bahasa Urdu yang ditetapkan menjadi bahasa nasional.
Hingga akhirnya pada tanggal 17 November 1999, Majelis Umum ke-30 UNESCO memutuskan bahwa setiap tanggal 21 Februari dirayakan sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional di seluruh dunia. Alasan lainnya untuk pemilihan tanggal tersebut karena pada tanggal tersebut ditetapkan sebagai peringatan kepada para martir yang mengorbankan hidup mereka pada tanggal yang sama di tahun 1952, karena itu juga setiap tanggal 21 Februari warga Bangladesh akan datang ke monumen Shaheed Minar guna mengenang para martir dan memberikan penghormatan hanya dengan depo 25 bonus 25.

Tema
Tema Hari Bahasa Ibu Internasional 2023, “Multilingual education – a necessity to transform education” “Pendidikan multibahasa – kebutuhan untuk mengubah pendidikan”. Karena Multibahasa adalah media yang sangat berkontribusi pada pengembangan budaya masyarakat sehingga memungkinkan berbagai budaya yang ada dan juga pandangan terhadap dunia, serta sistem pengetahuan untuk hidup hanya dengan depo 25 bonus 25 berdampingan dan saling menumbuhkan satu sama lainnya.




Sumber :
http://perpustakaan.upi.edu/hari-bahasa-ibu-internasional-tahun-2022/
https://news.detik.com/berita/d-5946910/hari-bahasa-ibu-internasional-2022-simak-sejarah-tema-tahun-ini
https://www.un.org/en/observances/mother-language-day
https://www.detik.com/sumut/budaya/d-6579613/hari-bahasa-ibu-internasional-2023-sejarah-tema-dan-cara-merayakan


International Mother Tongue Day: Hari Bahasa Ibu Internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *